Sabtu, 26 Mei 2012

Dian Sastro Masih Tak Percaya Bisa ke Festival Film Cannes





Jakarta - Aktris yang juga brand ambassador produk kecantikan Loreal Dian Sastro masih tak percaya dirinya akan hadir di Festival Film Cannes 2012, Prancis. Ia pun mengaku sangat beruntung.

Menjelang keberangkatannya, Dian sempat menggelar jumpa pers pada Kamis (24/5/2012), di Airport Hotel Jakarta, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Dalam sesi wawancara, Dian pun mengungkapkan perasaannya saat ini.

"Aku nih benar-benar beruntung banget setengah nggak percaya. aku tahu ini kesempatan yang langka banget dan tentunya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan," ujarnya.

Dian pun mengatakan dirinya akan tampil semaksimal mungkin ketika melangkahkan kakinya di red carpet. Apalagi, bintang film 'Pasir Berbisik' itu membawa nama Indonesia.

"Aku semangat pengen bikin nama Indonesia jadi harum," tuturnya.

(hkm/hkm) 


Sumber
Artikel Lainnya
BBM Masih Tak Tergantikan
Bahaya Begadang, Beware!
Mobil Tata Nano, Cuma 30 Juta di Indonesia

BBM Tak Tergantikan


Meski penjualan BlackBerry terus menurun, tapi kepopuleran BlackBerry Messenger masih di atas. Khususnya bagi remaja. Sejumlah remaja di dunia masih menyukai BlackBerry Messenger alias BBM.
BBM masih dianggap sebagai penyampai pesan yang cepat, instan, dan mudah untuk menghubungi sejumlah teman. Bahkan aparat profesional seperti polisi, pemadam kebakaran, dan pengemudi ambulans pun menggantungkan komunikasi mereka pada BBM.
Tercatat ada 55 juta pengguna BBM saat ini, naik sepuluh kali lipat dari pengguna Januari 2009. Tapi dalam masa yang sama, menurut perusahaan riset IDC, terjadi penurunan pangsa BlackBerry di Amerika Serikat dari lima puluh persen jadi 10 persen. Pengguna BlackBerry di Amerika kini beralih ke produk Apple dan Android.
Kepopuleran pesan instan BlackBerry kini mendapatkan saingan dari iMessage dan WhatsApp Messenger. Sejumlah eksekutif yang datang ke Research In Motion, perusahaan pembuat BlackBerry, telah berusaha memanfaatkan momen kesetiaan pengguna BBM. RIM kini berencana membuat pesan instan dari perusahaannya bisa juga digunakan dalam sistem operasi lain seperti iPhone dan Android. Proyek tersebut secara tidak resmi dikenal sebagai SMS 2.0.
Tapi beberapa senior di RIM justru bersikap defensif terhadap rencana penyatuan pesan instan itu. Sebab mereka berpikir bahwa dengan keleluasaan BBM baru justru akan membuat orang berpikir ulang untuk membeli produk mereka. Tapi sejumlah direksi melihat, strategi SMS 2.0 dapat membantu BlackBerry bertahan sampai ada produk baru yang diluncurkan.
Beberapa saat lalu, RIM meluncurkan aplikasi baru yang memungkinkan memperbarui status BBM sekaligus tertaut dengan Twitter dan Foursquare. Itu adalah bukti perusahaan masih mengandalkan keunggulan BBM.
Meski sekarang muncul pihak ketiga penyedia pesan instan seperti BBM. Yang paling popular adalah WhatsApp, aplikasi pesan instan berdasarkan nomor telepon. Lalu ada Touch, PingCHat. "Saya bisa bilang BBM masih nomor satu dan akan menjadi nomor satu yang terlama," ujar Analis Gartner, Michael Gartenberg. "Pertanyaannya adalah apa yang akan RIM lakukan selanjutnya, apakah mereka bisa mempertahankan posisi itu, ketika banyak orang siap menyerang?"
WSJ|DIANING SARI